Kilasan Sepakbola Nasional

Sepakbola Nasional
KONTROVERSI, AKADEMI REAL MADRID DI BALI

14026.jpg
Madrid, BOLASportsLine/AS Real Madrid menyatakan bahwa mereka sudah memberikan lisensi kerjasama Sekolah Sepakbola di Bali untuk masa kerja 3,5 tahun. Hal ini diungkapkan oleh Slamet Santoso Mustafa, Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, seperti ditulis oleh Asian Football Business Review. Hal ini menimbulkan kontroversi menyusul pernyataan Pengurus Daerah PSSI Bali, Made Sumer, yang mengakui bahwa pihaknya sama sekali tidak dihubungi oleh klub kaya Spanyol itu.
Rencana El Real untuk mengembangkan bisnis sekolah sepakbola ke Indonesia dan ASEAN memang sudah lama. Hal ini bahkan sudah dirintis oleh Florentino Perez, presiden Madrid terdahulu sebelum Ramon Calderon. Lebih lanjut Slamet menambahkan bahwa sekolah ini akan mampu menampung sekitar 200 pelajar berusia antara 9-18 tahun dengan standart kepelatihan dan pendidikan yang dimiliki Real Madrid.
Kerjasama ini ditandatangani oleh David Hatchwell, Wakil Presiden Excem Grupo Spanyol dengan Peter Setiono, Direktur Presiden PT Real Indo Castle. Untuk langkah awal, menurut Hatchwell proses seleksi akan dilakukan langsung oleh pihak manajemen Madrid.
Sebagai bagian dari kerjasama, pihaknya tidak hanya berhubungan dengan sepakbola namun berbagai aspek di Bali seperti perbankan, finansial, telekomunikasi serta bagian-bagian potensial lainnya. Oleh karena itu, sekolah ini juga dipastikan akan dilengkapi fasilitas lain seperti kolam renang, kamar ganti, pusat kebugaran, pusat fisioterapi, kompleks kantor dan sudah pasti lapangan sepakbola bertaraf internasional.
Pihak parawisata Bali sendiri sudah memastikan bahwa akademi ini akan berbasis di Klub Canggu, wilayah baru di Utara Kuta yang lengkap dengan pusat kebudayaan pendukung. “Rencana ini memang belum sempurna dan masih dalam proses pembangunan. Kami sendiri belum memutuskan kapan sekolah ini akan berjalan. Yang pasti pada 20 Juli nanti manajer proyek Juan Juan Murueta-Goyenawill akan datang dan berbicara segala hal secara detil,” ujar Wolfgang Pical, pelatih Canggu Club football kepada koran Bali Times.
Lebih lanjut Pical juga menambahkan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melengkapi syarat-syarat tertulis baik itu dari pihak Spanyol dan Indonesia sendiri. “Rencana ini sudah lengkap. Melalui Juan, Madrid sudah siap untuk membangun sepakbola di Canggu lengkap dengan dua lapangan sepakbola,” ujarnya.
Anehnya rencana besar serta kesiapan pihak manajemen sekolah sepakbola Real Madrid ini menurut pihak PSSI tidak pernah sampai kepada mereka. “Baik itu pihak pusat maupun pengurus daerah belum pernah diajak berbicara soal sekolah sepakbola ini. Untuk itu Ketua PSSI, Nurdin Halid, meminta saya untuk mencari tahu hal ini,” ujar Made Sumer, Pengurus Daerah PSSI Bali.
Menutur Sumer, siapapun yang ingin membangun sekolah sepakbola harus lebih dulu berbicara dan melibatkan PSSI sebagai pengurus resmi sepakbola di Indonesia. “Ini adalah kegiatan yang melibatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Spanyol. Pihak Konsulat Spanyol seharusnya menghubungi pemerintah Bali soal rencana ini. Jika hal itu tidak dilakukan maka hal itu dianggap tidak resmi,” tambah Sumer.

2 Responses

  1. halo, nurul…
    kumaha damang? lame tak bersue. baik-baik saja kan?
    salam buat keluarga di bandung

    Mooz & Aya

  2. Damang om, meuniw kangen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: