Siswa Bersepeda Motor Didata

Antisipasi Geng Motor, Dilaporkan ke Kantor Polisi

BANDUNG, (PR).-

Guna mengantisipasi siswa sekolah terlibat geng motor, Polresta Bandung Tengah bekerja sama dengan para kepala sekolah dan guru BP (bimbingan dan penyuluhan) akan mendata siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Demikian pula, setiap sepada motor siswa juga akan dilihat kelengkapannya. Bagi yang tidak lengkap, pihak sekolah melarang sepeda motor tersebut dibawa masuk ke lingkungan sekolah.

Kami akan membuat sticker khusus bagi sepeda motor siswa. Hanya, sticker itu untuk sepeda motor yang lengkap, seperti kaca spion, lampu sen, dan kelengkapan lainnya. Jika tidak lengkap, sepeda motor tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah,” ujar Kapolresta Bandung Tengah AKBP Mashudi di Aula SMAN 8 Bandung, Selasa (6/11).

Mashudi dan jajarannya datang ke SMAN 8 Bandung, Jln. Solontongan untuk rapat koordinasi antara Polresta Bandung Tengah, Dinas Pendidikan Kota Bandung, serta para kepala sekolah, dan guru BP. Dalam rapat yang membahas khusus tentang geng motor dan penanganannya tersebut, dihadiri para kepala sekolah dan guru BP di Kota Bandung.

Menurut Mashudi, kasus geng motor yang ditanganinya tahun 2006 hingga awal November 2007 ini, sebanyak 16 kasus dengan 71 pelaku yang seluruhnya pelajar SMP dan SMA. Dalam aksinya, mereka tidak segan-segan menganiaya korban hingga cacat seumur hidup, bahkan meninggal dunia. “Ulah geng motor benar-benar telah meresahkan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ditayangkan pula video rekaman berisi baiat bagi anggota baru salah satu geng motor. Selain itu, rekaman CCTV tentang kebrutalan geng motor saat merusak toko swalayan Circle K di Jln. Cihampelas, Kota Bandung. Kapolresta juga memperlihatkan gambar sosok mayat Putu Ogik Swarsana, korban tewas akibat ulah geng motor dan Septiana, korban sabetan samurai di wajahnya hingga membelah hidungnya. “Pelakunya adalah geng motor yang sebagian besar anak SMP dan SMA,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Polresta Bandung Tengah, para kepala sekolah, serta guru BP sepakat melakukan langkah-langkah preventif terhadap geng motor. “Perlu langkah nyata dan segera dalam menangani geng motor,” tutur Fajar Kurniawan, PNS Disdik Kota Bandung.

Ada empat langkah yang akan dilakukan bersama, yakni adanya pernyataan dari orang tua dan pihak sekolah, yaitu jika ada siswa yang terlibat geng motor akan dikeluarkan dari sekolah. Kedua, kerja sama untuk memeriksa kelengkapan kendaraan roda dua yang dipakai siswa, baik kaca spion, lampu sen, maupun kelengkapan administrasi SIM dan STNK.

Selanjutnya, mendata semua siswa yang membawa kendaraan roda dua untuk dilaporkan ke Polresta Bandung Tengah. Disusul kemudian, penempelen sticker jika kendaraan roda dua yang dipakai siswa dalam kondisi lengkap. “Cara seperti itu, mudah-mudahan efektif dan bisa mendeteksi keterlibatan siswa dalam geng motor,” ucap Mashudi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: